
International Jogjakarta Karawitan Festival (JOGJAKARFEST) 2025 kembali diselenggarakan untuk kedelapan kalinya dengan mengusung tema “Karawitan Resonance in the Arena of Connectivity and Global Dynamics”. Perhelatan ini berlangsung pada 5 Desember 2025 di Concert Hall Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, dan menjadi ruang pertemuan strategis antara praktik karawitan tradisi dengan dinamika global yang terus berkembang.
Acara secara resmi dibuka oleh Rektor ISI Yogyakarta, menandai komitmen institusi dalam mendorong penguatan karawitan sebagai warisan budaya sekaligus praktik seni yang adaptif terhadap konektivitas global. JOGJAKARFEST 2025 menghadirkan format pergelaran hibrida yang memadukan konser langsung (live concert) dan persembahan daring, sehingga memungkinkan jangkauan audiens yang lebih luas. Konsep pergelaran ini tentu saja turut membuka peluang bagi musisi-musisi gamelan dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan penjuru dunia untuk ikut berpartisipasi dan menyajikan karya.
Rangkaian live concert gamelan menampilkan berbagai kelompok karawitan dari dalam dan luar negeri, antara lain SMKI Yogyakarta, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Program Studi Karawitan ISI Surakarta, Karawitan ISI Yogyakarta, Nadasukma dari Malaysia, dan University College Dublin Irlandia. Kontingen Irlandia yang terdiri dari Dr. Peter Moran (University College Dublin), Mark Redmond (Technological University Dublin), Viktoria Sinkkorova mengemas karya kolaboratif mereka bersama dosen dan mahasiswa Program Studi Karawitan ISI Yogyakarta, menjadi ajang dialog kreatif antar tradisi dalam bingkai global.
Jurusan Karawitan ISI Yogyakarta mempersembahkan karya Dr. Raharja, S.Sn., M.M.,yakni sebuah karya kolaboratif melibatkan mahasiswa, Grup Nadasukma Malaysia dan ketiga musisi Irlandia sebagai puncak acara. Karya ini menjadi representasi konkret tema festival, sekaligus menegaskan potensi karawitan sebagai medium ekspresi artistik yang terbuka terhadap interaksi lintas budaya.
Selain live concert, JOGJAKARFEST 2025 juga diwarnai dengan persembahan karya secara daring melalui kanal YouTube ISI Yogyakarta. Menampilkan beragam karya karawitan dari kelompok dalam dan luar negeri, seperti di antaranya Grup Karawitan dari Rusia (Moscow), Portugal, Jepang, dan Australia. Partisipasi internasional ini memperlihatkan luasnya jejaring karawitan di tingkat global. JOGJAKARFEST ke-8 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi sekaligus sebagai ruang dialog budaya dan diplomasi kultural. JOGJAKARFEST 2025 menegaskan posisi karawitan sebagai praktik seni yang terus beresonansi dan relevan di tengah arus konektivitas serta dinamika budaya global.